Pada tanggal 18 November 2008 saya genap berumur 16 tahun dan ulang tahun saya jatuh pada hari minggu. Setelah selesai ibadah tiba-tiba nama saya dipanggil dan disuruh untuk maju kedepan. Kemudian saya maju dan semua orang yang di dalam ruang kebaktian remaja menyalami saya satu per satu. Rata-rata yang menyalami saya tidak benar-benar menyalami saya. Mereka hanya sekedar menyentuh tangan saya dan tidak benar-benar menggenggam tangan saya. Saya merasa kesal tetapi saya tidak menunjukkan kekesalan saya kepada orang-orang tersebut. Sempat terlintas didalam pikiran saya bahwa lebih baik mereka tidak usah menyalami saya dan cukup mengucapkan selamat saja karena mereka tidak niat untuk menyalami saya. Didalam benak saya, jika seseorang menyalami orang lain maka orang itu harus menyalami dengan menggenggam tangan orang yang kita salami dan tidak sekedar menyentuh tangan orang tersebut. Ternyata kebanyakan orang-orang Indonesia yang saya temui, jika bersalaman jarang sekali mereka benar-benar menggenggam tangan orang yang disalami dan memang begitu kebiasaan mereka. Hal itu sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan terus menerus sehingga sekarang membuat saya menjadi lebih terbiasa dan memakluminya tanpa berpikiran negatif lagi. Berbeda halnya saat saya bertemu dengan orang asing. Pada suatu hari sepupu saya datang dari Australia dan membawa seorang teman dari sana. Sepupu saya memperkenalkan saya kepada temannya ini. Dia menyapa saya dan menyalami saya dengan menggenggam tangan saya secara tegas. Sama halnya saat sekolah saya kedatangan Korea Internet Volunteers dari Seoul yang beranggotakan 4 orang, KIV ini selalu datang ke sekolah kami setahun sekali dengan orang-orang yang berbeda pula. Mereka datang untuk mengajari IT dan bahasa Korea. Saya selalu ikut bagian dalam kelas yang mereka adakan. Saat mereka memperkenalan diri didepan kelas, sambil menunduk kemudian mereka menyalami kami satu per satu menggenggam tangan kami dengan tegas dan tidak hanya sekedar menyentuhnya. Dan hal yang sama selalu dilakukan oleh KIV berikutnya saat memperkenalkan diri mereka didepan kelas. Hal yang sama juga dilakukan saat saya berkenalan dengan teman baru saya yang berasal dari Belanda dan Jerman.
Jadi intinya cara bersalaman antara orang Indonesia dengan orang asing berbeda. Orang Indonesia mayoritas bersalaman hanya menyentuh tangan orang yang disalami kemudian dilepaskan tanpa menggenggamnya. Tetapi orang-orang dari negara lain jika bersamalan akan menggenggam tangan orang yang disalaminya dengan tegas. Mereka melakukan itu mungkin karena untuk menunjukan antusias mereka terhadap seseorang yang mereka jabati tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar