Kamis, 23 Juni 2011

Stereotype

Perbedaan ras adalah salah satu contoh dari stereotype yang ada di Indonesia. Salah satu contoh dari pengalaman pribadi saya adalah ketika saya bekerja di kantor salah satu brand elektronik yang cukup terkenal untuk mengisi waktu liburan saya setelah Ujian Nasional tahun lalu. Saat saya sudah bekerja dua bulan, di kantor saya tersebut membuka lowongan pekerjaan lagi untuk mencari pengganti saya karena. saya akan segera mengundurkan diri untuk melanjutkan kuliah. Suatu hari, ada seorang yang melamar, namun sayangnya tidak diterima. Waktu saya bertanya kepada manajer saya alasannya, beliau menjawab bahwa wanita tersebut ada keturunan jawa nya. Tidak asli orang keturunan chinese. Saya baru tahu bahwa di kantor tersebut tidak menerima pegawai selain orang chinese, dan saya baru menyadari bahwa memang di kantor tersebut tidak ada orang yang keturunan jawa, bahkan freelance sekalipun.

Berdasarkan pengalaman saya tersebut, menurut saya stereotype sangat sukar untuk diatasi. Hal ini berlaku tidak hanya untuk orang pribumi saja, melainkan juga orang yang bukan pribumi. Pada pengalaman saya ini, di perusahaan sebesar itu perbedaan itu tetap ada. Mungkin alasan manajer saya tidak menerima wanita itu adalah karena pengalaman pribadi beliau dengan orang yang tidak seratus persen keturunan chinese. Manajer saya menganggap bahwa kinerja orang keturunan chinese lebih bisa dipertanggungjawabkan, terbukti dengan banyaknya pengusaha-pengusaha yang keturunan chinese. Mereka cenderung memiliki dedikasi dan loyalitas yang baik. Berbeda sekali dengan kinerja orang yang bukan keturunan chinese. Jiwa dagang mereka tidak sebesar orang keturunan chinese. Karena itulah sampai sekarang pun masih banyak perusahaan-perusahaan yang cukup terkenal yang hanya menerima orang keturunan chinese asli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar