Senin, 13 Juni 2011
Intercultural Communication Assignment
Suatu hari saudara saya dari Bandung datang berkunjung ke Surabaya untuk beberapa hari. Waktu itu, saudara saya baru menduduki kelas 4 SD. Jadi, ia tidak terlalu banyak mengetahui bahasa Surabaya, lebih tepatnya bahasa Jawa yang sangat dominan di Surabaya. Saya masih ingat waktu itu saya pergi berenang dengan saudara saya karena ia hobi berenang. Kemudian setelah berenang sekalian lama, ibu dari saudara saya atau tante saya berteriak sambil mengatakan “Ayo sudah, nyebrang!”. Saya yang masih di dalam kolam berenang berpikir sejenak dan terdiam. Apa maksud dari tante saya menyuruh saya menyeberang? Padahal saya berada di dalam kolam berenang, bukan di jalan raya. Sambil saya berpikir, saudara saya segera menepi ke pinggir kolam renang dan keluar dari kolam renang. Kemudian sambil bertanya-tanya, saya juga mengikuti saudara saya keluar dari kolam renang. Setelah itu, saya bertanya kepada tante saya, mengapa ia menyuruh saya untuk “nyebrang”. Kemudian ia dan saudara saya tertawa terbahak-bahak. Lalu ia menjelaskan pada saya bahwa “nyebrang” itu adalah bahasa Bandung yang artinya “mentas” dalam bahasa Jawa. Setelah saya mendengar itu, saya juga langsung tertawa terbahak-bahak karena saya merasa terlihat bodoh tadi. Sebelumnya saya tidak tahu kalau “nyebrang” dalam bahasa Bandung berarti “mentas” dalam Jawa. Saya merasa malu ketika tante saya mengatakan “nyebrang” pada saya, saya sempat berpikir kalau tante saya benar-benar menyuruh saya untuk “menyeberang”. Bahkan waktu itu, saya benar-benar berpikir sejenak, untuk apa saya menyeberang dalam kolam renang? Untung saja saudara saya segera keluar dari kolam renang, sehingga saya mengikutinya. Kalau tidak, tante saya bisa meneriaki saya lagi, dan bisa-bisa orang mengira saya tuli :) Juga ada beberapa kata dalam bahasa Bandung yang memiliki arti yang berbeda dengan bahasa Surabaya. Seperti kata “pisan” dalam bahasa Bandung yang memiliki arti “banyak”, sedangkan “pisan” dalam bahasa Surabaya berarti “juga”. Masih banyak kata lain yang membuat kami bingung satu sama lain. Jad selama saudara saya di Surabaya, kami saling bertukar kata-kata, agar kami tidak saling salah mengerti satu sama lain. Akhirnya, sekarang saya jadi mengetahui beberapa kata-kata Bandung yang berbeda arti dengan bahasa Surabaya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar