Senin, 13 Juni 2011

Perbedaan Etnis di Indonesia

Suatu hari saya sedang berjalan kaki, entah dimana dan kapan saya lupa. Tapi ada satu hal yang saya ingat. Kebetulan di sana ada segerombolan laki-laki yang terlihat drai wajahnya adalah orang Jawa, sedangkan saya adalah keturunan Cina. Ketika saya melintas di depan mereka, gerombolan laki-laki itu berteriak dan terdengar seperti menggoda, ”Cina rek.. Ono Cina lewat”. Saya tahu bahwa orang yang dimaksud adalah saya. Saya pun tidak menoleh dan segera berjalan melewati mereka. Ketika tiba di rumah dan menceritakan semua kepada mama saya, mama saya menyuruh saya untuk berhati-hati melewati jalan itu karena banyak orang-orang Jawa yang nongkrong dan kadang-kadang mabuk-mabukan di sana.

Menurut saya, ada alasannya mengapa orang Jawa bersikap begitu adalah karena mereka punya mindset bahwa orang Cina itu cantik-cantik, ganteng-ganteng, bersih, berkulit putih, dan kaya (karena kebanyakan orang Cina adalah pedagang) sehingga lebih menarik perhatian, lebih eksklusif, dan terkesan lebih Wah bila dibandingkan dengan ras mereka sendiri. Tidak hanya ornag jawa, menurut pendapat saya pun, ada dua alasan mengapa orang Cina pun terkadang be aware dan punya pandangan buruk tentang orang Jawa. Yang pertama, mengingat kejadian Mei 1998 dimana bisa dilihat kebrutalan orang Jawa membantai seluruh orang Cina tanpa terkecuali. Hal itu adalah trauma mendalam yang cukup membentuk mindset orang Cina bahwa orang Jawa itu buruk. Kedua, keberadaan orang Cina di Indonesia adalah minoritas yang bila sewaktu-waktu ada permasalahan etnis, orang Jawa bisa menyerang karena jumlah mereka jauh lebih banyak. Sehingga orang Cina akan lebih berhati-hati bila berurusan dengan orang Jawa.

Akhir kata, perbedaan memang tidak bisa dihindari, tapi dari kasus ini saya belajar untuk tetap bersikap baik dan sopan pada semua orang meski berbeda etnis serta tidak membeda-bedakan, sehingga mereka pun bersikap baik dan sopan pada saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar