Cerita bermula saat saya dan teman saya, Santi ingin meminjam dvd drama. Sesaatnya disana kami dibingungkan oleh dua pilihan film yaitu dvd dengan bintang utama berkulit putih dan satunya (maaf) berkulit hitam. Karena saya tahu bahwa film dengan berkulit hitam ini bagus, saya ingin meminjamnya. Seingat saya judul film tersebut adalah Precious. Tetapi teman saya menolak. Dia dengan jujur berasumsi bahwa film dengan bintang utama berkulit hitam itu jelek dan sebaliknya Santi juga berasumsi film dengan pemain berkulit putih itu bagus. Pada saat itu film yang akan kami pinjam adalah The Box, Cameron Diaz sebagai bintang utamanya. Pada akhirnya, kami meminjam semua film yang membuat kami dilemma tersebut. Setelah menonton dua film tersebut, pilihan saya tidak salah bahwa belum tentu film yang dibintangi artis berkulit hitam jelek. Nyatanya, film ini banyak menuai pujian serta mendapatkan nominasi penghargaan film terbaik. Akhirnya, Santi menyadari bahwa tanpa dia sadari, dia telah membuat prasangka yang buruk terhadap kulit hitam.
Pengalaman saya ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Banyak dari kita orang Indonesia tanpa mereka sadari telah membuat asumsi di pikiran bahwa orang yang berkulit hitam dianggap jelek atau menakutkan. Di Amerika sendiri pun telah diadakan semacam penelitian dalam bentuk tes terhadap orang-orang pilihan. Dalam tes ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok kulit hitam dan putih. Hasilnya, banyak dari mereka mempunyai kecenderungan memilih kata “GOOD” untuk kulit putih dan kata “BAD” untuk kulit hitam. Hal ini saya ketahui dari kelas ICU hari rabu kemarin ketika Prof. Esther selaku dosen saya menunjukkan video ini yang ditayangkan oleh BBC world. Entah alasan pasti apa yang membuat sebagian warga Indonesia dan warga Amerika sendiri pun mempunyai prasangka ini. Mungkin saja hal ini terjadi dikarenakan pemberitaan yang mengaitkan kulit hitam bergabung dengan kelompok mafia, atau bisa juga masyarakat mendapat stereotip ini dari banyaknya film-film yang beredar, memperlihatkan kulit hitam selalu terlibat masalah sehingga sebelum mengenal orang tersebut, masyarakat sudah men-judge duluan. Dari pengalaman dan penelitian ini membuat saya untuk tidak membuat prasangka buruk terhadap seseorang dari luarnya tanpa mengenal orang tersebut terlebih dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar