Keluarga saya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Papa saya berasal dari Kupang yang pada dasarnya orang-orang Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sifat yang temperamental. Mama saya berasal dari Toraja, dimana orang-orangnya terkenal dengan solidaritasnya dan juga sifat ketidaktegaan akan sesuatu hal. Perbedaan budaya itulah, hingga saat ini saya masih menjumpainya dalam banyak hal. Diantaranya adalah cara mereka dalam berbicara, menyampaikan kekesalan, atau ketidaksetujuan mereka terhadap sesuatu. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-harinya adalah ketika ada seorang anak perempuan tinggal dirumah kami. Anak ini adalah anak dari kerabat papa saya. Dia tinggal dirumah kami karena jarak sekolahnya lebih dekat dari rumah kami, mengingat rumah orangtuanya terletak di Gresik.Anak ini memiliki kebiasaan yang menurut keluarga saya buruk, yaitu boros dalam penggunaan air saat mandi. Hampir setiap hari anak ini mandi dengan menggunaan air secara berlebihan. Papa saya yang mengetahuinya, langsung emosi dan memarahi anak ini. Berbeda halnya dengan mama saya. Saat anak ini sedang dimarahi oleh papa saya, mama saya menyela dan menyarankan papa saya untuk tidak langsung memarahinya karena mama saya tidak tega melihat anak orang lain dibentak-bentak. Mama saya lebih memilih untuk menasihatinya agar tidak berlebihan dalam menggunakan air lagi daripada memarahinya. Papa saya merasa bahwa mama saya lebih membela anak ini padahal anak ini sudah berbuat salah. Hal sepele inilah yang sering sekali membuat papa dan mama saya bertengkar. Papa saya menganggap mama saya tidak tegas terhadap seseorang dan mama saya menganggap papa saya terlalu cepat emosi dan temperamental. Bagi orang Kupang, memarahi dan emosian adalah hal yang biasa apabila mereka merasakan sesuatu hal yang mengganggunya. Hal ini sangat berbeda dengan mama saya yang lebih memilih untuk menasihati anak ini agar tidak mengulang kesalahannya kembali.
Perbedaan budaya yang mereka bawa sejak kecil diantara mama dan papa saya adalah sifat, pola tingkah laku, dan cara berpikir mereka yang sudah tertanam pada diri papa dan mama saya dan hal tersebut susah untuk disamakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar